Sharing Ilmu Agama Kok Bid’ah

Sharing Ilmu Agama Kok Bid’ah

Pertanyaan :

Assalamu’alaykum warahmatullahi.
Ustad saya mau menanyakan kenapa halaqoh yg beranggotakan 5-10 org, diselenggarakan dari rumah ke rumah, dan kadang-kadang di mesjid, lalu dipimpin oleh seorang murabbi dikatakan bid’ah?
padahal tujuannya adalah untuk sharing ilmu agama oleh si murabbi kepada binaannya, didalamnya juga dimulai dengan tilawah, lalu ada muraja’ah.
Kalaulah halaqoh ini bid’ah maka bagaimana dengan hadist yang menyatakan bahwa “Sampaikanlah olehmu walau satu ayat”

Mohon nasihatnya ustad.
Jazakallaahu khayr…

 

Jawabannya sebagai berikut :

Kita harus mempelajari ilmu dari nabi, dan kita juga harus mempelajari cara pengamalannya (kaifiyyat pengamalannya) dari beliau. Hadits tadi sudah shohih berarti ilmunya sudah shohih, yang keliru cara pengamalannya. Kaifiyat cara pengamalan dakwahnya tidak mencontoh nabi Muhammad shollallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat. Tidak pernah tu abu bakar pegang 10 orang, yang 10 orang pegang 10 orang lagi begitu seterusnya. Demikian juga Ahli hadits Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abdullah bin Mas’ud, bahkan seluruh para sahabat, tidak juga generasi setelah nya.
Jadi, yang keliru adalah kaifiyat dakwahnya. Makanya itu adalah bid’ah, nabi dan para sahabat nggak pernah mencontohkan.

Contoh keliru dalam amal yang lain :
Seseorang berdalil dengan firman Allah berzikirlah kepada ALLAH sebanyak banyaknya, lalu dia sepanjang malam baca Kalimat
الله…. الله… الله… الله… الله… الله

Ilmunya sudah benar, kaifiyyat pengamalannya keliru.

Contoh lain :
Ada yang berdalil dengan sampaikan walau satu ayat, lalu dia keluar dari rumahnya 40 hari, pindah dari mesjid ke mesjid, tidur disana berkelompok2 (seperti yang ada dimedan dakwah sekarang)

Ilmu sudah benar, yang keliru adalah kaifiyat pengamalan.

Contoh berikutnya :
Berdalil dengan ayat ayat dan hadits2 jihad lalu ngebom.

Semuanya berangkat dari satu hal yang sama, dalil benar pengamalan salah.

Kalau dibuat 10-10 seperti itu dakwah menjadi sempit dikalangan tertentu dan tidak bisa di konsumsi oleh siapapun yang ingin mendengarkan ilmu, padahal ilmu itu hak setiap muslim bahkan kewajiban. Salah satu ciri2 ilmu yang benar bahwa dia bisa disampaikan dihadapan siapapun dan dihadapan seberapa banyakpun yang menyimaknya karena dia wahyu yang Allah wahyukan untuk seluruh hamba2nya.

Dalam program dakwah 10-10 tersebut akan banyak hal yang hanya bisa dan boleh di konsumsi oleh mereka dan tidak bisa disampaikan di khalayak ramai, itu bukti bahwa ada hal yang aneh didalam ilmu yang dibahas dalam cara dakwah seperti itu. Akhirnya cara dakwah ini ditunggangi, dan sangat mudah akhirnya hanya untuk mendukung satu golongan, dan bersifat rahasia. Padahal sifat ilmu yang haq dia tidak ada yang harus dirahasiakan, bisa disampaikan didepan siapapun kapanpun dan dimanapun.

Umar bin Abdul Aziz pernah berkata :
“Kalau engkau melihat orang yang merahasia rahasiakan agama mereka, maka ketahuilah bahwa mereka sedang mendirikan kesesatan.”

Agama itu hak setiap hamba, jangan di persempit untuk golongan tertentu.

 

Ustadz Maududi Abdullah
Pekanbaru,

Ahad, 03 Sya’ban 1438

Tinggal Pesan